2. "Jiwa kita seperti langit, kadang mendung berawan kadang cerah."
3. "Suasana pagi yang indah ini disambut dengan mendung di angkasa, walaupun mendung hatiku tetap ceria bagai mentari yang terang di balik awan."
4. "Belajarlah melihat sinar terang di balik setiap awan yang mendung."
5. "Selalu ada bintang di balik awan yang gelap. Selalu ada pelangi setelah hujan. Selalu ada matahari di balik mendung. Selalu ada hikmah di balik kesusahan."
6. "Matahari tidak pernah menyalahkan awan mendung saat pagi terlambat datang."
7. "Awan yang mendung belum tentu hujan. Sendiri di sini sedang merenung, menghibur haru yang kesepian."
8. "Jangan pernah kau mengharapkan awan mendung yang sejuk dan teduh tanpa adanya hujan."
9. "Kalau mendung belum tentu hujan, berarti ada kemungkinan kalau kamu tertawa itu belum tentu bahagia."
10. "Jika mendung pagi ini berakhir dengan hujan, itulah takdir Tuhan. Tapi jika mendung di pikiran mengeliminasi kebahagiaan, itulah kerugian."
11. "Aku bagaikan awan mendung yang merindukan matahari, yaitu kamu."
12. "Menghindari situasi sensitif mungkin akan melahirkan awan mendung."
13. "Langit malam sunyi, memang terkadang terlihat bak lembar yang masih kosong. Sebenarnya tidak. Bintang yang menemanimu tetap di sana, hanya saja bumi sedang berputar atau awan menutupinya. Jadi, mimpimu tak akan ke mana, ia akan mudah kau gapai dengan penuh usaha."
14. "Jangan pernah sesekali menghina kisah silam seseorang. Sebab, air hujan yang jernih berasal dari awan yang gelap."
15. "Jangan putus asa menghadapi kesusahan karena rintik hujan yang jernih juga berasal dari awan yang hitam."
16. "Jangan biarkan satu awan hitam nan gelap menutupi seluruh langitmu. Jangan karena sebuah masalah, kamu lupa kamu bisa bahagia kapan saja."
17. "Jangan biarkan awan yang gelap menghilangkan sinar mataharimu."
18. "Awan yang tidak pernah memilih kepada siapa ia akan meredupkan bayangannya."
19. "Berkendara melewati awan yang tak bergerak. Kau akan membutuhkan waktu lebih lama dari yang kau perkirakan."
20. "Hanya di dalam kegelapan, kamu dapat melihat bintang-bintang."
21. "Langit mendung dan hujan pun turun. Karena langit menangis, maka kamu pun juga bisa."
22. "Hari ini hari Rabu. Awan mendung kelabu. Hati ini terikat rindu. Padamu duhai kekasih hatiku."
23. "Namun langit tak selamanya cerah. Awan akan bergerak menutupi matahari. Bahkan perlahan menurunkan hujan. Dengan petir yang bersahutan."
24. "Dua hal yang harus kamu tahu, bahwa ada langit yang bertaburkan bintang dan ada hukum moral yang harus kamu tanam."
25. "Langit mendung karena ada banyak kesedihan di bumi. Awan sedang melihat keadaan. Di mana hujan pantas turun untuk mengganti tangisan pilu."
